Dunia

disini aku meninggalkan tiap tapak tiap jejak. apakah itu ilalang yang terinjak? apakah itu pelangi yang dipuja? apakah itu samudra yang kaya? apakah itu langit yang berganti? apakah itu aku? siapa?

adakah makna yang terselip? adakah arti yang tersembunyi? adakah tanya? adakah jawab? adakah fana? adakah abadi?
Dunia....kaukah itu???

kita

kita
adakah ikatan bernama persahabatan?
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 April 2009

Tentang kalian

Hari ini kukorek lagi bukit kisah yang menanam nama kalian
Kuarungi lagi gelombang ingatan yang merekam tiap detik dan detak
Yang berpadu dalam tawa dan canda
Mampukah ikatan tercerai berai oleh sebatang jarum?
Jam dan kompas
Waktu dan arah
Kau, aku, kita
Menempuh segala labirin yang berbeda
Mata angin yang tak sama dari seribu penjuru
Dan kala menjelma jeruji yang memagari lisan dan aksara

Sahabat,
Kisah kita takkan jadi nisan
Kalaupun aku utara kau selatan
Tanyakan kenapa!!
Karena kalian telah bersemayam dalam keabadian

Gresik, 170109

cermin

CERMIN
Kulihat dua mata penuh luka persis di depanku. Berkaca-kaca seperti menyimpan embun di matanya. Wajah itu menyimpan kabut hitam. Begitu kelam........begitu pekat....... wajah itu seolah telah padam. Kehilangan seluruh watt dayanya. Setan-setan kesedihan menari-nari mengintari kepalanya. Gerakannya begitu kaku.....ringkih seolah membawa Everents di kedua bahunya. Sungguh kasihan seorang di depanku ini. seperti menyimpan beban kesedihan sedalam samudra. Senyumnyapun hanya terlihat sebagai seringai. Tawa itu pun hambar. Bisa kurasakan hatinya bagai dirajam dengan pisau berkilat-kilat. Aneh!! Tiba-tiba saja semesta diriku terpaku dan berpusat pada sosok di depanku itu. Kemudian pelan-pelan kurasakan nyeri-nyeri tak kasat mata yang mengoyak-ngoyak persendian hatiku. Pasang berdebur-debur menenggelamkan diriku. Sosok di depanku itu sepertinya menstransfer semua kesedihannya padaku. Ya...padaku. dan aku kini merasa tidak berbahagia. Mewarisi kelam.....pekat....setan-setan kesedihan juga airmata dari sosok di depanku.
Pyarr!!!! Kuhantam hingga berdarah. Sosok didepanku itu lenyap. Dan aku masih tidak berbahagia.

puisi yang terlewatkan

Musyafir atau Pelayar?

Aku dahaga
Haus kutelusuri jengkal demi jengkal tanahmu

Apakah ini aku yang bernama musyafir?
Tapi tak ada gurun disini
Tak juga kujumpai matahari terik itu

Aku terhanyut
Dalam ombak-ombak yang dahsyat
Apakah aku yang bernama pelayar?
Tapi dimana kapalku
Tak juga kutemui para awakku

Oh.................gurun ilmu
Akulah musyafir itu

Duhai lautan kata
Akulah pelayar itu

180507


“Patah” kau bilang
Dia.........
Telah menancapkan sembilu di urat-urat nadimu
Dia........
Yang tlah menorehkan hitam pada merah yang kalian lukis
Dan putihmu menjelma pekat airmata

Kau menyanyi....................
Tapi dengan nada-nada sunyi
Kau berpuisi....................
Tapi dalam sajak-sajak sepi

Kau telah patah
Seperti ranting yang disapu badai
Apa yang keluar selain rintihan?

Dan “patah” kau bilang
Lalu waktu membuatmu bermetamorfosis
“Ranting telah tiada” teriakmu
“inilah aku......batu!!!”

221107


Kita harus bicara!!

Aku harus bicara!!
saat ini!!
Sebelum senja beranjak dan menorehkan pekat
Karena hitam akan menutup semua pintu.

Bibirku............
Bibirmu...........
Hatiku.............
Hatimu............

Kita harus berkata!!
Sebelum angin menerbangkan semua puisi
Tanpa sempat kita memunguti maknanya
Dan hati kita saling menduga “apa?”

Kita harus saling bicara bukan?
Ya!! Sekarang!!

231107






Kau selalu ada
Kenapa selalu bisa kutemukan namamu
Di keping batu
Di batas Senja
Diurat-urat daun
Di alunan yang kusukai
Di udara yang kudesah
Dan di buku-buku yang aku baca

Kenapa selalu bisa kujumpai bayangmu
Pada mimpi tadi malam
Pada setiap neuron otakku
Pada padang perasaanku
Pada mata batinku

150507